MAKALAH PKN
PANCASILA SEBAGAI
IDEOLOGI NASIONAL YANG BERSIFAT TERBUKA

OLEH:
NAMA: ALUH KARMILA
NIM: J1A013003
ILMU TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN
AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MATARAM
2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. Salawat dan salam kita kirimkan
kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, karena atas Rahmat dan Hidayah-Nyalah
makalah ini dapat diselesaikan yang insyaallah tepat pada waktunya.
Dalam makalah ini akan dibahas
tentang Pancasila sebagai ideologi nasional yang bersifat terbuka. Sebagaimana
kita ketahui bahwa ideologi pancasila bersumber dan berakar pada pandangan dan
falsafah hidup bangsa Indonesia yang dimana nilai pancasila itu pun bukan
diambil dari bangsa lain, melainkan diambil dari kekayaan budaya masyarakat
Indonesia itu sendiri.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan.
Akhirnya, kritik, saran, dan masukan yang membangun sangat penulis butuhkan
untuk dijadikan pedoman dalam penulisan ke arah yang lebih baik lagi. Serta
rasa Terimakasih penulis ucapkan kepada berbagai pihak yang telah membantu
melengkapi isi dari makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna dan
bermanfaat bagi kita semua. Amiin.
MATARAM, Desember 2013
Penulis,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………… 2
DAFTAR ISI……………………………………………………………………... 3
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
……………………………………………………………
4
B.
Rumusan
Masalah………………………………………………………….
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ideologi Pancasila Bersifat Terbuka …………………………. 5
B.
Hal-Hal
Yang Mendasari Ideologi Pancasila Bersifat Terbuka ………….
6
C. Pentingnya Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka ………………………… 8
D. Merealisasakan Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka ………... 8
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan ……………………………………………………………….
9
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………10
LAMPIRAN ………………………………………………………………………11
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Dalam ketetapan MPR nomor
XVIII/MPR/1998 ditegaskan bahwa Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara Indonesia mempunyai dua kedudukan sekaligus, yaitu sebagai dasar
negara dan ideologi nasional dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila
sebagai ideologi nasional mengandung
makna sebagai ideologi yang memuat cita-cita dan tujuan dari Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Istilah ideologi berasal
dari bahasa yunani yang pertama kali digunakan oleh Antoine Destult de Tracy,
seorang filsuf Prancis. Menurut Antoine Destult de Tracy, ideologi dalam bahasa
yunani berasal dari kata idea yang
berarti gagasan atau konsep dan logos yang berarti ilmu.
Berdasarkan arti kata tersebut, ideologi secara umum dapat diartikan sebagai sekumpulan ide, gagasan, keyakinan,
kepercayaan yang menyeluruh, dan sistematis. Ideologi juga diartikan sebagai
ilmu, doktrin atau teori yang diyakini kebenarannya dan disusun secara
sistematis. Seorang pakar politik Indonesia yang bernama Dr. Alfian memberikan
definisi ideologi sebagai filsafat yang
berisikan serangkaian nilai atau sistem dasar yang menyeluruh dan mendalam yang
dimiliki oleh suatu bangsa sebagai wawasan. Ideologi negara Indonesia
adalah Pancasila. Pancasila sebagai ideologi nasional merujuk pada kumpulan
seperangkat nilai yang diyakini kebenarannya oleh pemerintah serta rakyat Indonesia
dan digunakan oleh bangsa Indonesia untuk menata atau mengatur masyarakat Indonesia.
Konsekuensi Pancasila sebagai ideologi nasional adalah Pancasila dijadikan
pedoman dalam menentukan tata pemeritah Indonesia. Pancasila juga harus
menjiwai berbagai konstitusi dan perundang-undangan nasional dalam menegakkan
supremasi hukum dan pelaksanaan tata pemerintahan.
B.
Rumusan Masalah
·
Apa yang
dimaksud dengan ideologi Pancasila yang bersifat terbuka?
·
Apasaja hal-hal
yang mendasari ideologi Pancasila sebagai ideologi yang bersifat terbuka?
·
Apa
pentingnya Pancasila sebagai ideologi terbuka?
·
Bagaimana
cara merealisasakan nilai Pancasila sebagai ideologi terbuka?
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Ideologi Pancasila
Bersifat Terbuka
Pancasila sebagai ideologi
nasional bersumber dan berakar pada pandangan dan falsafah hidup bangsa Indonesia.
Makna Pancasila sebagai Ideologi Terbuka adalah
ideologi Pancasila menjadi pedoman dan acuan bangsa Indonesia dalam menjalankan
aktivitas di segala bidang sehingga sifatnya harus terbuka, luwes dan fleksibel
tidak tertutup dan kaku melainkan harus mampu mengikuti perkembangan zaman
tanpa harus mengubah nilai-nilai dasarnya. Pancasila memberikan orientasi ke
depan dan selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang dihadapi dan akan
dihadapi di era keterbukaan/globalisasi dalam segala bidang. Dengan demikian, ideologi tersebut dapat berkembang sesuai dengan
perkembangan masyarakat dan kecerdasan kehidupan berbangsa.
Pancasila
sebagai ideologi nasional yang bersifat terbuka telah diyakini kebenarannya.
Oleh karena itu, ideologi Pancasila dijadikan sebagai dasar, pandangan, atau
landasan bagi sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat Indonesia. Dengan demikian,
ideologi Pancasila mempunyai fungsi dan
peranan penting bagi kehidupan bangsa dan Negara Indonesia.
Fungsi ideologi Pancasila bagi kehidupan bangsa dan negara Indonesia, yaitu:
1.
Pancasila
dapat memberikan legitimasi dan rasionalisasi terhadap perilaku dan
hubungan-hubungan social dalam masyarakat.
2.
Pancasila
merupakan dasar atau acuan pokok bagi solidaritas social dalam kehidupan
kelompok atau masyarakat.
3.
Pancasila dapat memberikan motivasi untuk bertindak
secara individual atau Pancasila salah satu unsur pengikat atau pemersatu
bangsa.
Peranan penting ideologi Pancasila dalam
kehidupan berbangsa, dan bernegara, yaitu:
1.
Ideologi
dengan jelas memiliki arah dan tujuan yang pasti.
2.
Ideologi
mampu menjawab setiap tantangan dan hambatan dalam kehidupan nyata (
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara).
3.
Pancasila
sebagai ideologi berperan besar dalam menjaga integrasi nasional.
B.
Hal-hal Yang Mendasari Ideologi Pancasila
Bersifat Terbuka
1.
Sifat Ideologi Suatu Negara
Secara umum, sifat suatu ideologi suatu Negara dapat dibedakan menjadi dua yaitu ideologi terbuka dan ideologi tertutup.
Secara umum, sifat suatu ideologi suatu Negara dapat dibedakan menjadi dua yaitu ideologi terbuka dan ideologi tertutup.
a.
Ideologi terbuka
Ideologi terbuka merupakan sistem berfikir yang terbuka. Dengan beberapa cirri
sebagai berikut:
·
Ideologi
terbuka tidak diciptakan oleh Negara, melainkan digali dan ditemukan dalam
masyarakat itu sendiri.
·
Ideologi
terbuka tidak bersifat kaku dan tertutup, tetapi reformis dan dinamis.
b.
Ideologi tertutup
·
Dasar ideologi
tertutup bukan konsensus dari masyarakat, melainkan kepercayaan dan kesetiaan ideologi
yang kaku.
·
Isi dari ideologi
tertutup bersifat mutlak, konkret, nyata, keras, dan total.
2.
Keterbukaan Ideologi Pancasila
Ideologi Pancasila dikenal dengan sifatnya yang terbuka. Berdasarkan
ciri-ciri ideologi terbuka, ada beberapa ciri yang telah dipenuhi oleh ideologi
Pancasila sebagai ideologi terbuka, yaitu:
a.
Pancasila
merupakan pandangan hidup yang berakar pada kesadaran masyarakat Indonesia.
b.
Pancasila
menghargai kebebasan bukan memaksakan kebebasan. (sesuai dengan sila kedua Pancasila)
c.
Pancasila
menghargai pluralitas. (sesuai dengan sila pertama Pancasila)
3.
Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi
Terbuka
Suatu ideologi selain mempunyai aspek-aspek yang bersifat ideal berupa
cita-cita, pemikiran, serta nilai yang dianggap baik, juga harus memiliki norma
yang jelas, karena ieologi harus mampu irealisasikan dalam kehiupan praksia.
Seorang pakar polotik Indonesia bernama Dr. Alfian berpendapat bahwa suatu ideologi
dikatakan sebagai ideologi terbuka dan dinamis bila memiliki tiga dimensi
berikut:
a.
Dimensi idealitas yaitu
suatu ideologi bersumber dari nilai-nilai rill yang hidup dalam masyarakat.
b.
Dimensi realitas yaitu
nilai-nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealisme, bukan lambungan
angan-angan.
c.
Dimensi fleksibilitas yaitu
suatu ideologi memiliki keluwesan yang merangsang pengembangan pemikiran baru
yang relevan tentang dirinya, tanpa kehilangan atau mengingkari jati dirinya.
4.
Nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi
Pancasila
Bardasarkan pengertian tentang ideologi terbuka, diketahui nilai-nilai
yang terkandung dalam ideologi Pancasila yaitu:
a.
Nilai dasar merupakan
esensi dari sila-sila Pancasila yang bersifat universal.
b.
Nilai instrumental merupakan
penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila.
c.
Nilai praksis merupakan
nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi yang nyata dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara.
5.
Faktor pendorong keterbukaan ideologi
Pancasila
Sebagai ideologi terbuka, Pancasila
bersifat dinamis. Faktor yang mendorong pemikiran mengenai keterbukaan ideologi
Pancasila yaitu:
a.
Kenyataan
menunjukkan bahwa lemaahnya ideologi yang tertutup dan beku dikarenakan
cenderung meredupkan dirinya.
b.
Pengdalaman
sejarah politik bangsa inonesia pada masa lampau.
c.
Tekad
untuk memperkukuh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat
abadi.
C. Pentingnya Pancasila
Sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila sebagai ideologi
terbuka mengandung nilai positif yang mendukung tercapainya tujuan nasional Indonesia.
Nilai positif dari keterbukaan ideologi Pancasila yaitu:
a.
Pancasila
memiliki potensi menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, kondisi, dan
dinamika masyarakat Indonesia.
b.
Pancasila
memiliki kemampuan untuk menjiwai setiap aspek kehidupan bangsa Indonesia.
c.
Pancasila
memberikan jaminan berlangsungnya
demokrasi dan hak asasi manusia
sesuai dengan buaya bangsa.
d.
Pancasila
menjamin terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera sesuai dengan sila
kedua Pancasila sebagai acuan dalam mencapai tujuan.
D. Merealisasakan
Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila sebagai ideologi
terbuka mengandung lima nilai dasar, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan,
kerakyatan, dan keadilan. Kelima nilai pancasila tersebut harus direalisasikan
dalam kehidupan sehari-hari. Adapun bentuk tindakan realisasi dari nilai-nilai
pancasila sebagai ideologi terbuka dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
a.
Mengedepankan
toleransi antarumat beragama.
(sesuai
dengan sila pertama Pancasila)
b.
Saling
menghormati dan bekerja sama.
(sesuai
dengan sila kedua Pancasila)
c.
Keterbukaaan
terhadap pendirian dan pendapat pihak lain.
(sesuai
dengan sila ketiga Pancasila)
d.
Mengemukakan
pendapat secara bebas dan bertanggung jawab.
(sesuai
dengan sila keempat Pancasila)
e.
Memberikan
pertolongan atau bantuan kepaa orang lain.
(sesuai
dengan sila kelima Pancasila)
A.
Kesimpulan
Dengan
demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Indonesia menganut ideologi terbuka karena Indonesia menggunakan sistem
pemerintahan demokrasi yang didalamnya membebaskan setiap masyarakat untuk
berpendapat dan melaksanakan sesuatu sesuai keinginannya masing-masing. Selain itu Pancasila bisa menyelesaikan berbagai
persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Maka
dari itu, ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah yang paling tepat
digunakan Indonesia. Namun demikian, faktor manusia baik penguasa maupun rakyat, sangat
menentukan dalam mengukur kemampuan sebuah ideologi dalam menyelesaikan
berbagai masalah. Sebaik apapun sebuah ideologi, tanpa didukung oleh sumber
daya manusia yang baik, hanyalah utopia
atau angan-angan belaka.
DAFTAR
PUSTAKA
Suprihartini,
Amin. 2012. Pendidikan kewarganegaraan
untuk SMS/MA. Klaten: intan pariwara.
http://fixguy.wordpress.com/-pancasila-sebagai-ideologi-terbuka-dan-kaitannya-dengan-penegakan-supremasi-hukum/ yang
diunduh pada tanggal 16 Desember.
LAMPIRAN
Hasil wawancara
Pewawancara : Aluh Karmila
Yang
diwawancarai : H. Lalu Purnama Wirawan,
S.Pd
(Guru)
(Guru)
Isi wawancara:
1. Bagaiman pendapat bapak mengenai ideologi
Pancasila sebagai ideologi yang
bersifat terbuka?
“Idiologi Pancasila bersifat terbuka adalah idiologi yang tidak dimutlkakkan, dimana
nilainya tidak dipaksakan dari luar, bukan pemberian negara tetapi merupakan
realita masyarakat itu sendiri. Sebagai ideologi terbuka, Pancasila mampu memberikan
orientasi ke depan, mengharuskan bangsa Indonesia untuk selalu menyadari
situasi kehidupan yang sedang dan akan dihadapainya, terutama menghadapi
globalisasi dan keterbukaan.”
2. Apa yang dapat kita lakukan untuk
merealisasikan nilai Pancasila sebagai
ideologi terbuka ditengah masuknya berbagai budaya asing di Indonesia?
“Sebenarnya banyak cara yang dapat kita lakukan
untuk menetralisir budaya asing yang masuk ke Indonesia, contohnya seperti:
·
Menanamkan nilai cinta tanah air
atau sikap nasionalisme.
·
Menjaga dan melestarikan budaya
dalam negeri dengan mempelajarinya dan mengenalkannya pada dunia luar dengan
menanamkan karakter pancasila didalamnya.
·
Memfilter budaya asing yang tidak sesui dengan budaya Indonesia.
Meskipun banyak cara yang dapat dilakukan, tetapi
hal ini tergantung pada sikap dan cara berfikir masyarakat itu sendiri.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar