Senin, 30 Desember 2013

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG BERSIFAT TERBUKA

MAKALAH PKN
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL YANG BERSIFAT TERBUKA

garuda.jpeg
OLEH:

NAMA: ALUH KARMILA
NIM: J1A013003


ILMU TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MATARAM
2013/2014



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. Salawat dan salam kita kirimkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, karena atas Rahmat dan Hidayah-Nyalah makalah ini dapat diselesaikan yang insyaallah tepat pada waktunya.
Dalam makalah ini akan dibahas tentang Pancasila sebagai ideologi nasional yang bersifat terbuka. Sebagaimana kita ketahui bahwa ideologi pancasila bersumber dan berakar pada pandangan dan falsafah hidup bangsa Indonesia yang dimana nilai pancasila itu pun bukan diambil dari bangsa lain, melainkan diambil dari kekayaan budaya masyarakat Indonesia itu sendiri.
Penulis menyadari bahwa  makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Akhirnya, kritik, saran, dan masukan yang membangun sangat penulis butuhkan untuk dijadikan pedoman dalam penulisan ke arah yang lebih baik lagi. Serta rasa Terimakasih penulis ucapkan kepada berbagai pihak yang telah membantu melengkapi isi dari makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

MATARAM,     Desember 2013

Penulis,






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………… 2
DAFTAR ISI……………………………………………………………………... 3
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang …………………………………………………………… 4
B.     Rumusan Masalah…………………………………………………………. 4
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Ideologi Pancasila Bersifat Terbuka …………………………. 5
B.     Hal-Hal Yang Mendasari Ideologi Pancasila Bersifat Terbuka  …………. 6
C.     Pentingnya Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka ………………………… 8
D.    Merealisasakan Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka ………... 8
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ………………………………………………………………. 9
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………10
LAMPIRAN ………………………………………………………………………11







BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Dalam ketetapan MPR nomor XVIII/MPR/1998 ditegaskan bahwa Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia mempunyai dua kedudukan sekaligus, yaitu sebagai dasar negara dan ideologi nasional dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai ideologi nasional mengandung  makna sebagai ideologi yang memuat cita-cita dan tujuan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Istilah ideologi berasal dari bahasa yunani yang pertama kali digunakan oleh Antoine Destult de Tracy, seorang filsuf Prancis. Menurut Antoine Destult de Tracy, ideologi dalam bahasa yunani berasal dari kata idea yang berarti gagasan atau konsep dan logos yang berarti ilmu. Berdasarkan arti kata tersebut, ideologi secara umum dapat diartikan  sebagai sekumpulan ide, gagasan, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh, dan sistematis. Ideologi juga diartikan sebagai ilmu, doktrin atau teori yang diyakini kebenarannya dan disusun secara sistematis. Seorang pakar politik Indonesia yang bernama Dr. Alfian memberikan definisi ideologi sebagai filsafat yang berisikan serangkaian nilai atau sistem dasar yang menyeluruh dan mendalam yang dimiliki oleh suatu bangsa sebagai wawasan. Ideologi negara Indonesia adalah Pancasila. Pancasila sebagai ideologi nasional merujuk pada kumpulan seperangkat nilai yang diyakini kebenarannya oleh pemerintah serta rakyat Indonesia dan digunakan oleh bangsa Indonesia untuk menata atau mengatur masyarakat Indonesia. Konsekuensi Pancasila sebagai ideologi nasional adalah Pancasila dijadikan pedoman dalam menentukan tata pemeritah Indonesia. Pancasila juga harus menjiwai berbagai konstitusi dan perundang-undangan nasional dalam menegakkan supremasi hukum dan pelaksanaan tata pemerintahan.
B.     Rumusan Masalah
·         Apa yang dimaksud dengan ideologi Pancasila yang bersifat terbuka?
·         Apasaja hal-hal yang mendasari ideologi Pancasila sebagai ideologi yang bersifat terbuka?
·         Apa pentingnya Pancasila sebagai ideologi terbuka?
·         Bagaimana cara merealisasakan nilai Pancasila sebagai ideologi terbuka?





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Ideologi Pancasila Bersifat Terbuka

Pancasila sebagai ideologi nasional bersumber dan berakar pada pandangan dan falsafah hidup bangsa Indonesia. Makna Pancasila sebagai Ideologi Terbuka adalah ideologi Pancasila menjadi pedoman dan acuan bangsa Indonesia dalam menjalankan aktivitas di segala bidang sehingga sifatnya harus terbuka, luwes dan fleksibel tidak tertutup dan kaku melainkan harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa harus mengubah nilai-nilai dasarnya. Pancasila memberikan orientasi ke depan dan selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang dihadapi dan akan dihadapi di era keterbukaan/globalisasi dalam segala bidang. Dengan demikian, ideologi tersebut dapat berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat dan kecerdasan kehidupan berbangsa.
Pancasila sebagai ideologi nasional yang bersifat terbuka telah diyakini kebenarannya. Oleh karena itu, ideologi Pancasila dijadikan sebagai dasar, pandangan, atau landasan bagi sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat Indonesia. Dengan demikian, ideologi Pancasila mempunyai fungsi dan peranan penting bagi kehidupan bangsa dan Negara Indonesia.

Fungsi ideologi Pancasila bagi kehidupan bangsa dan negara Indonesia, yaitu:
1.      Pancasila dapat memberikan legitimasi dan rasionalisasi terhadap perilaku dan hubungan-hubungan social dalam masyarakat.
2.      Pancasila merupakan dasar atau acuan pokok bagi solidaritas social dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
3.      Pancasila  dapat memberikan motivasi untuk bertindak secara individual atau Pancasila salah satu unsur pengikat atau pemersatu bangsa. 

Peranan penting ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara, yaitu:
1.      Ideologi dengan jelas memiliki arah dan tujuan yang pasti.
2.      Ideologi mampu menjawab setiap tantangan dan hambatan dalam kehidupan nyata ( bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara).
3.      Pancasila sebagai ideologi berperan besar dalam menjaga integrasi nasional.

B.     Hal-hal Yang Mendasari Ideologi Pancasila Bersifat Terbuka

1.      Sifat Ideologi Suatu Negara
            Secara umum, sifat suatu ideologi suatu Negara dapat dibedakan menjadi dua yaitu ideologi terbuka dan ideologi tertutup.
a.      Ideologi terbuka
Ideologi terbuka merupakan sistem berfikir yang terbuka. Dengan beberapa cirri sebagai berikut:
·         Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh Negara, melainkan digali dan ditemukan dalam masyarakat itu sendiri.
·         Ideologi terbuka tidak bersifat kaku dan tertutup, tetapi reformis dan dinamis.
b.      Ideologi tertutup
·         Dasar ideologi tertutup bukan konsensus dari masyarakat, melainkan kepercayaan dan kesetiaan ideologi yang kaku.
·         Isi dari ideologi tertutup bersifat mutlak, konkret, nyata, keras, dan total.
2.      Keterbukaan Ideologi Pancasila
Ideologi Pancasila dikenal dengan sifatnya yang terbuka. Berdasarkan ciri-ciri ideologi terbuka, ada beberapa ciri yang telah dipenuhi oleh ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka, yaitu:
a.       Pancasila merupakan pandangan hidup yang berakar pada kesadaran masyarakat Indonesia.
b.      Pancasila menghargai kebebasan bukan memaksakan kebebasan. (sesuai dengan sila kedua Pancasila)
c.       Pancasila menghargai pluralitas. (sesuai dengan sila pertama Pancasila)

3.      Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Suatu ideologi selain mempunyai aspek-aspek yang bersifat ideal berupa cita-cita, pemikiran, serta nilai yang dianggap baik, juga harus memiliki norma yang jelas, karena ieologi harus mampu irealisasikan dalam kehiupan praksia. Seorang pakar polotik Indonesia bernama Dr. Alfian berpendapat bahwa suatu ideologi dikatakan sebagai ideologi terbuka dan dinamis bila memiliki tiga dimensi berikut:
a.       Dimensi idealitas yaitu suatu ideologi bersumber dari nilai-nilai rill yang hidup dalam masyarakat.
b.      Dimensi realitas yaitu nilai-nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealisme, bukan lambungan angan-angan.
c.       Dimensi fleksibilitas yaitu suatu ideologi memiliki keluwesan yang merangsang pengembangan pemikiran baru yang relevan tentang dirinya, tanpa kehilangan atau mengingkari jati dirinya.

4.      Nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila
Bardasarkan pengertian tentang ideologi terbuka, diketahui nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila yaitu:
a.       Nilai dasar merupakan esensi dari sila-sila Pancasila yang bersifat universal.
b.      Nilai instrumental merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila.
c.       Nilai praksis merupakan nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi yang nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
5.      Faktor pendorong keterbukaan ideologi Pancasila
Sebagai ideologi terbuka, Pancasila  bersifat dinamis. Faktor yang mendorong pemikiran mengenai keterbukaan ideologi Pancasila yaitu:
a.       Kenyataan menunjukkan bahwa lemaahnya ideologi yang tertutup dan beku dikarenakan cenderung meredupkan dirinya.
b.      Pengdalaman sejarah politik bangsa inonesia pada masa lampau.
c.       Tekad untuk memperkukuh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi.

C.     Pentingnya Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung nilai positif yang mendukung tercapainya tujuan nasional Indonesia. Nilai positif dari keterbukaan ideologi Pancasila yaitu:
a.       Pancasila memiliki potensi menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, kondisi, dan dinamika masyarakat Indonesia.
b.      Pancasila memiliki kemampuan untuk menjiwai setiap aspek kehidupan bangsa Indonesia.
c.       Pancasila memberikan jaminan berlangsungnya  demokrasi dan hak asasi manusia  sesuai dengan buaya bangsa.
d.      Pancasila menjamin terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera sesuai dengan sila kedua Pancasila sebagai acuan dalam mencapai tujuan.

D.     Merealisasakan Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung lima nilai dasar, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima nilai pancasila tersebut harus direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun bentuk tindakan realisasi dari nilai-nilai pancasila sebagai ideologi terbuka dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
a.       Mengedepankan toleransi antarumat beragama.
(sesuai dengan sila pertama Pancasila)
b.      Saling menghormati dan bekerja sama.
(sesuai dengan sila kedua Pancasila)
c.       Keterbukaaan terhadap pendirian dan pendapat pihak lain.
(sesuai dengan sila ketiga Pancasila)
d.      Mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab.
(sesuai dengan sila keempat Pancasila)
e.       Memberikan pertolongan atau bantuan kepaa orang lain.
(sesuai dengan sila kelima Pancasila)





BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Indonesia menganut ideologi terbuka karena Indonesia menggunakan sistem pemerintahan demokrasi yang didalamnya membebaskan setiap masyarakat untuk berpendapat dan melaksanakan sesuatu sesuai keinginannya masing-masing. Selain itu Pancasila bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Maka dari itu, ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah yang paling tepat digunakan Indonesia. Namun demikian, faktor manusia baik penguasa maupun rakyat, sangat menentukan dalam mengukur kemampuan sebuah ideologi dalam menyelesaikan berbagai masalah. Sebaik apapun sebuah ideologi, tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang baik, hanyalah utopia atau angan-angan belaka.


DAFTAR PUSTAKA
Suprihartini, Amin. 2012. Pendidikan kewarganegaraan untuk SMS/MA. Klaten: intan pariwara.






LAMPIRAN

Hasil wawancara
Pewawancara                        : Aluh Karmila
Yang diwawancarai  : H. Lalu Purnama Wirawan, S.Pd
(Guru)
Isi wawancara:
1.      Bagaiman pendapat bapak mengenai ideologi
Pancasila sebagai ideologi yang bersifat terbuka?
“Idiologi Pancasila bersifat terbuka adalah idiologi yang tidak dimutlkakkan, dimana nilainya tidak dipaksakan dari luar, bukan pemberian negara tetapi merupakan realita masyarakat itu sendiri. Sebagai ideologi terbuka, Pancasila mampu memberikan orientasi ke depan, mengharuskan bangsa Indonesia untuk selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang dan akan dihadapainya, terutama menghadapi globalisasi dan keterbukaan.”

2.      Apa yang dapat kita lakukan untuk merealisasikan nilai Pancasila sebagai ideologi terbuka ditengah masuknya berbagai budaya asing di Indonesia?
“Sebenarnya banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menetralisir budaya asing yang masuk ke Indonesia, contohnya seperti:
·         Menanamkan nilai cinta tanah air atau sikap nasionalisme.
·         Menjaga dan melestarikan budaya dalam negeri dengan mempelajarinya dan mengenalkannya pada dunia luar dengan menanamkan karakter pancasila didalamnya.
·         Memfilter budaya asing yang tidak sesui dengan budaya Indonesia.

Meskipun banyak cara yang dapat dilakukan, tetapi hal ini tergantung pada sikap dan cara berfikir masyarakat itu sendiri.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar